Tim Rumah Dongeng Mentari ingin mengucapkan terima
kasih kepada teman-teman yang sudah berpartisipasi di Ceritanya Project #2.
Proses pemberian hadiah berlangsung meriah dan mengharukan. Seorang penerima
mengatakan, “Pak, tulung gawakke hadiahe Pak, abot banget, aku seneng”. (Pak, tolong dibawakan hadiahnya, berat sekali, aku senang)
Anak itu merasa senang karena mendapat hadiah
yang besar.
Kami juga mengunjungi salah satu TPA kecil, berniat menyalurkan paket ceritanya project disini. Namun, label Rumah Dongeng Mentari, membuat kami tidak bisa hanya datang dan pergi. Mendongeng menjadi aktivitas kami sore itu, hitung-hitung hadiah juga untuk mereka.
“Piye, dongenge apik ra? Saiki wes ngerti to, awakdhewe kudu iso poso tenanan sedino,” (Gimana, dongengnya bagus ngga? Sekarang sudah tau kan, kita harus bisa puasa seharian..), bergantian si anak memegang bahu teman sebelahnya sambil menirukan suara Kak Rona saat mendongeng di Masjid Dusun Bleberan ini. Keceriaan yang tergambar dari raut wajah mereka, semoga makin menyemangati kita untuk terus berbagi.
Sebanyak 55 paket dibagikan melalui anak-anak TPA Masjid Dusun Bleberan, warga sekitar yang membutuhkan, dan beberapa anak yang kami temui di jalan.
Ceritanya Project #2 berusaha menceriakan anak dengan paket hadiah lebaran. Hari Raya identik dengan sesuatu
yang baru. Tapi apakah anak-anak di pelosok juga merasakannya? Melalui proyek
ini RDM mendatangi langsung anak-anak di pelosok DI Yogyakarta untuk memberikan
kejutan berupa paket hadiah Idul Fitri.

Dari hasil pengumpulan dana diperoleh sebanyak 55 paket dari 22
donatur. Total donasi sejumlah 5,5 juta. Alhamdulillah, seluruh donasi sudah
disalurkan kepada adik-adik dalam satu paket. Berisi tas sekolah, alat tulis,
alat sholat, buku dongeng anak, dan mini parcel.
Terimakasih juga untuk Kompas Gramedia atas bantuan buku-buku anaknya. Tim RDM diwakili oleh Kak Rona, Kak Ayu, dan Kak Karin membagikan
paket daerah Sleman, Gunung Kidul, dan Tawangmangu. Semoga semangat berbagi ini
tersebar ke wilayah yang lain. Salam berbagi!
- Rumah Dongeng Mentari -
Ramadhan telah lalu, tapi banyak cerita terekam dan terus kami ingat. Ini dia beberapa cerita tentang Ramadhan bersama Pasukan Rumah Dongeng Mentari dan kanak-kanak Kampung Pohruboh. :)
Outing bersama TPA Masjid Nurul Iman
Suatu
pagi, serambi Masjid Nurul Iman Pohruboh, Yogyakarta terlihat ramai oleh
anak-anak. Mereka tak sabar mengikuti kegiatan outing. Berbeda dengan kegiatan outing
sebelumnya, kali ini kami bersama teman-teman remaja Masjid Nurul Iman
menginisiasi kegiatan outing pada
saat Ramadhan, dibalut dengan dongeng, lomba-lomba, kunjungan ke tempat
bersejarah, dan pameran karya anak di dalamnya.
Acara pada hari itu, dimulai dengan Dongeng oleh
Kak Rona Mentari. Dongeng bertema Jalan-jalan Ke Hutan, lancar mengalir penuh humor. Anak-anak
memperhatikan dengan sangat. Mereka menirukan suara-suara binatang sambil terus
memperhatikan alur cerita sang Pendongeng.
Terhibur dengan dongeng Kak Rona,
lantas acara dilanjutkan dengan lomba-lomba; Lomba Menulis Surat untuk Allah,
Lomba Menulis Cerita Pengalaman Puasa, dan Lomba Membuat Kaligrafi dari Bahan
Bekas.
Ya Allah, aku pengen
masuk surga.
Ya Allah, aku pengen
bapak ibuku masuk surga.
Ya Allah, ampuni aku
dan bapak ibuku
Ya Allah beri rezekki
yang banyak buat bapak ibuku biar bisa beli hape untukku.
Amin
Berikut tulisan Givian, pemenang Lomba Menulis Surat untuk
Allah. Tulisan itu berbicara apa adanya.
Pameran Karya Anak
Hasil karya anak dari lomba-lomba
tersebut dipamerkan pada sore harinya. Karena bertepatan dengan acara Buka
Puasa Bersama Warga, penontonnya cukup banyak, termasuk orangtua si anak. Mereka
tersenyum bangga melihat hasil karya buah hatinya.
Kunjungan ke Masjid Pathok Negoro
Kami juga ke Masjid
Pathok Negoro Plosokuning. Anak-anak
jalan beriringan menuju bus. Mereka amat ceria meski sedang berpuasa. Meski,
ada salah satu anak yang akhirnya batal karena muntah dijalan.
Anak-anak berkumpul di serambi
masjid untuk sesi perkenalan dengan Pak Kamal, Ketua Takmir Masjid setempat, yang
akan memandu kegiatan kami. Beliau juga memberikan penjelasan tentang sejarah
Masjid Pathok Negoro ini.
Pathok Negoro berarti batas negara, aturan negara atau
dasar hukum negara. Letak masjid ini sekitar sembilan kilometer arah utara dari Kraton
Yogyakarta, berada di Jalan Plosokuning Raya No. 99, Desa Minomartani, Kecamatan
Ngaglik, Kabupaten Sleman. Masjid ini didirikan di atas tanah kasultanan seluas 2.500
meter persegi. Di depan masjid, terdapat dua kolam dengan kedalaman 3 meter. Makna
lain dari 2 kolam ini adalah apabila kita menuntut ilmu haruslah
sedalam-dalamnya. Saat ini kolam tersebut
digunakan untuk memelihara ikan. Begitulah penjelasan Pak Kamal, sambil
memandu kami berkeliling.
“Pak,
itu pohon apa yang ditanam di dekat masjid?” tanya Hasna.
“Oh,
itu namanya Pohon Sawo Kecik. Maknanya sarwo
becik yang dalam bahasa Indonesia berarti ‘serba baik’.
Termasuk di masjid
ini,kita harus terus melakukan perbuatan yang baik-baik,” jawab Pak Kamal.
Setelah
itu kami menuju rumah besar, yang didalamnya terdapat kolam ikan. Konon, ikan
itu sudah berumur ratusan tahun. Menariknya, ikan tersebut berukuran amat
besar. Tergolong ikan air tawar terbesar di dunia. Orang-orang menjulukinya
Ikan Paimo, yang diambil dari nama latinnya. Senang sekali pasukan RDM bertemu
dengan Paimo, si ikan raksasa.
Hari
itu, mereka dan kami semua belajar banyak hal. Alhamdulillah! J
Kepekaan terhadap sekitar memang
sudah selayaknya dimiliki oleh kita semua, termasuk mahasiswa dan pekerja.
Seperti yang dilakukan oleh teman-teman Teknik Geologi UGM. Purna tugas dari
gelar mahasiswa, mereka mentahbiskan diri untuk berbagi. Tiap bulannya mereka menghimpun
dana dari rekan-rekan alumni untuk disalurkan ke tempat-tempat sosial, salah
satunya Rumah Dongeng Mentari.
Beberapa kali pertemuan,
menghasilkan perumusan acara, yakni berinteraksi dengan anak-anak, buka
bersama, sambil membagikan bingkisan. Bersama rekan Teknik Geologi UGM dan
Remaja Masjid Nurul Iman Pohruboh, Yogyakarta, kegiatan itu terlaksana pada
tanggal 23 Juli 2014. Acara dimulai pukul 4 sore.
Diisi dengan games menarik, seperti lomba merangkai puzzle, dan lainnya. Anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Saat sesi perkenalan, tak sungkan mereka bergantian bertanya. Acara ditutup dengan pembagian bingkisan dan foto bersama.
Terimakasih kakak! :)
Hai kakak-kakak di seluruh Indonesia! :)
Pernah punya pengalaman unik bareng anak-anak? Pengalaman menyenangkan, menyedihkan, menyebalkan, apapun itu?
Yuk ceritakan pengalamanmu bersama anak Indonesia dalam rangka Hari Anak Nasional yang jatuh pada tgl 23 Juli besok. Tinggal sehari lagi!
Share your stories, we just wanna hear yours! :)
Pernah punya pengalaman unik bareng anak-anak? Pengalaman menyenangkan, menyedihkan, menyebalkan, apapun itu?
Yuk ceritakan pengalamanmu bersama anak Indonesia dalam rangka Hari Anak Nasional yang jatuh pada tgl 23 Juli besok. Tinggal sehari lagi!
Share your stories, we just wanna hear yours! :)
Ada kabar gembira! :D
Sekarang waktunya ceritakan pengalamanmu bersama anak Indonesia :)
Dalam rangka Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2014. Rumah Dongeng Mentari mempersembahkan CERITA-NYA Project (Cerita Pengalamanmu bersama anak Indonesia)
Yuk ikut! Ada hadiah storytelling tools dari Australia dan hadiah mengejutkan dari Rumah Dongeng Mentari. :)
Share your stories, we just wanna hear yours! :)
Sekarang waktunya ceritakan pengalamanmu bersama anak Indonesia :)
Dalam rangka Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2014. Rumah Dongeng Mentari mempersembahkan CERITA-NYA Project (Cerita Pengalamanmu bersama anak Indonesia)
Yuk ikut! Ada hadiah storytelling tools dari Australia dan hadiah mengejutkan dari Rumah Dongeng Mentari. :)
Share your stories, we just wanna hear yours! :)
Majuah-juah di Tanah Karo
Selamat datang di Tanah
Karo
Mei 2014, salah satu pengajar Rumah Dongeng Mentari berkesempatan
berkunjung ke Kabanjahe, daerah di Sumatera Utara. Dalam perjalanan, pengajar
singgah di rumah salah satu rumah warga, yang kebetulan memiliki anak kecil
berusia 4 tahun. Sambil melepas lelah dan dahaga, anak kecil itu menghampiri
kami tanpa malu. Namanya Aldi Paema Sinukaban, umurnya 4 tahun, cita-citanya
menjadi polisi, dan hobi menonton berita.
Kawasan Kabanjahe berdekatan dengan Gunung Sinabung. Udaranya relatif
dingin, sehingga sesuai untuk bercocok tanam. Bahkan maskot kota tersebut
adalah tugu Bunga Kol di tengah kota. Sebagian besar warga bekerja sebagai
petani ladang. Komoditas utama yang dihasilkan sayur mayur dan bunga. Pasar
Brastagi dipenuhi aneka macam buah, sayur mayur, dan bunga.
Aldi memiliki seorang adik yang masih bayi, ibunya seorang ibu rumah
tangga, dan ayahnya bekerja di ladang. Aldi anak yang pemberani, tidak tampak
raut takut melihat pendatang baru seperti kami. Meskipun anak daerah, Aldi
tidak ragu mengucapkan nama dan cita-citanya pada kami. Lantang dia menjawab,”
Jadi Polisi!”
Belajar dari Aldi, anak pintar ini semoga menginspirasi kita untuk
tetap mensyukuri nikmat Tuhan. Tetap kerja keras menggapai cita-cita dan
berbagi terhadap sesama. Ini cerita
pengalamanku. Punyamu? J
Apa kabar Kakak? Semoga kebahagiaan selalu menemani hari. Seperti kebahagiaan pasukan Rumah Dongeng Mentari saat mengikuti outing Minggu (16/03) lalu.
Outing kali ini sebenarnya adalah bagian dari kampanye media literasi untuk anak. Secara sederhana, media literasi adalah ilmu untuk menggunakan media secara bijak. Tentu kita tahu, hari ini, kita tidak akan terlepas dari media. Di ruang tengah, ada TV yang bahkan bisa tiap saat menyala. Di mobil, ada radio yang selalu ON untuk menemani perjalanan. Di sudut-sudut ruang ada banyak bacaan mulai dari koran sampai majalah yang jelas menggoda untuk dibaca. Di jalanan, mau nggak mau kita pasti liat iklan-iklan di baliho gede yang terpampang di pinggir-pinggir jalan.
Nah, anak kecil adalah insan yang paling rentan terkena terpaan media ini. Selain karena anak adalah peniru yang ulung, kemampuan mereka untuk membedakan mana yang baik dan buruk juga masih kurang. Oleh karena itu, RDM mengadakan literasi media untuk anak melalui kegiatan luar ruang. Ini dia kegiatan kami.
Aktivitas mendongeng, menggambar, menulis, nonton bareng, permainan luar ruangan, dan tantangan seru menjadi kegiatan seru pasukan Rumah Dongeng Mentari hari itu. Ini dia foto-fotonya! :) *terimakasih Mba Tifa dan Mba Desi yang udah motoin*
RDM juga berterimakasih kepada, siapa lagi kalo bukan kakak-kakak keren yang nemenin Pasukan RDM hari itu, selain Mba Arum, Ayu, dan Rona, mereka adalah:
- Kartika Rini
- Mas Kukuh
- Tifa Nurina
- Nur Sauda Al Arifah (Mba Dhanur)
- Desi Martika Vitasari
- Mandira Bienna Elmir
- Syifa Salma
- Mba Risti
- Mba Fitri
Juga untuk shelter ACT atas tempatnya yang kami gunakan.
Kegiatan ini juga berlangsung atas kolaborasi RDM - Mapagama UGM - dan FIM JOSS (Forum Indonesia Muda Regional Jogja)
Sampai jumpa lagi! :)

Wahana tantangan untuk anak-anak. Ada Mba Ayu dan Mas Kukuh yang bikin. Seru dan penuh tantangan. Walaupun pada awalnya tidak semua berani, alhamdulillah pada akhirnya semua pasukan RDM berhasil melewatinya berkat dukungan dari kakak kakak keren :)



Pasukan RDM seru banget bermain diluar, dari main kucing-kucingan sampai permainan tradisional gobak sodor!




Seru-seruan bareng kakak-kakak dan pasukan memang selalu menyenangkan!


Outing kali ini sebenarnya adalah bagian dari kampanye media literasi untuk anak. Secara sederhana, media literasi adalah ilmu untuk menggunakan media secara bijak. Tentu kita tahu, hari ini, kita tidak akan terlepas dari media. Di ruang tengah, ada TV yang bahkan bisa tiap saat menyala. Di mobil, ada radio yang selalu ON untuk menemani perjalanan. Di sudut-sudut ruang ada banyak bacaan mulai dari koran sampai majalah yang jelas menggoda untuk dibaca. Di jalanan, mau nggak mau kita pasti liat iklan-iklan di baliho gede yang terpampang di pinggir-pinggir jalan.
Nah, anak kecil adalah insan yang paling rentan terkena terpaan media ini. Selain karena anak adalah peniru yang ulung, kemampuan mereka untuk membedakan mana yang baik dan buruk juga masih kurang. Oleh karena itu, RDM mengadakan literasi media untuk anak melalui kegiatan luar ruang. Ini dia kegiatan kami.
Aktivitas mendongeng, menggambar, menulis, nonton bareng, permainan luar ruangan, dan tantangan seru menjadi kegiatan seru pasukan Rumah Dongeng Mentari hari itu. Ini dia foto-fotonya! :) *terimakasih Mba Tifa dan Mba Desi yang udah motoin*
RDM juga berterimakasih kepada, siapa lagi kalo bukan kakak-kakak keren yang nemenin Pasukan RDM hari itu, selain Mba Arum, Ayu, dan Rona, mereka adalah:
- Kartika Rini
- Mas Kukuh
- Tifa Nurina
- Nur Sauda Al Arifah (Mba Dhanur)
- Desi Martika Vitasari
- Mandira Bienna Elmir
- Syifa Salma
- Mba Risti
- Mba Fitri
Juga untuk shelter ACT atas tempatnya yang kami gunakan.
Kegiatan ini juga berlangsung atas kolaborasi RDM - Mapagama UGM - dan FIM JOSS (Forum Indonesia Muda Regional Jogja)
Sampai jumpa lagi! :)
Pasukan RDM seru banget bermain diluar, dari main kucing-kucingan sampai permainan tradisional gobak sodor!
Seru-seruan bareng kakak-kakak dan pasukan memang selalu menyenangkan!
Kita doakan, semoga mereka percaya diri dalam menyampaikan gagasannya nanti. Generasi penerus bangsa untuk Indonesia yang lebih cemerlang. Amin :)
Full team!
Ini bagian dari puzzle untuk permainan luar ruang pasukan RDM
Semoga bermanfaat. :)











